top of page

Group

Public·8 members
Eric Reyes
Eric Reyes

Kisah Perang Baratayuda: Konflik Keluarga yang Berujung pada Peperangan Besar



Kisah Perang Baratayuda: Perang Besar dalam Mahabharata Versi Indonesia




Kisah Perang Baratayuda adalah salah satu kisah epik yang terkenal di Indonesia. Kisah ini merupakan adaptasi dari Mahabharata, sebuah wiracarita kuno dari India yang menceritakan tentang perang besar antara keluarga Pandawa dan Korawa di Kurukshetra. Kisah ini telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak karya sastra, seni, dan budaya di Nusantara, seperti kakawin, pewayangan, dan kesenian tradisional.




Kisah Perang Baratayuda.pdf



Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang latar belakang, tokoh-tokoh, dan makna dari kisah Perang Baratayuda. Kita juga akan melihat bagaimana kisah ini dapat memberikan pelajaran dan inspirasi bagi kita semua.


Latar Belakang Kisah Perang Baratayuda




Kisah Perang Baratayuda berasal dari perselisihan antara dua keluarga kerajaan yang berasal dari keturunan Bharata, yaitu Pandawa dan Korawa. Pandawa adalah lima putra Pandu, yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Mereka adalah pewaris sah dari kerajaan Astinapura. Korawa adalah seratus putra Dretarastra, kakak Pandu yang buta sejak lahir. Mereka dipimpin oleh Duryudana, yang iri dan dendam kepada Pandawa.


Korawa berusaha untuk merebut kekuasaan dari Pandawa dengan berbagai cara licik, seperti meracuni, membakar hidup-hidup, dan menipu dalam permainan dadu. Akibatnya, Pandawa kehilangan hak waris mereka dan harus hidup dalam pengasingan selama 13 tahun. Setelah masa pengasingan berakhir, Pandawa meminta kembali bagian mereka dari kerajaan Astinapura, tetapi Korawa menolak. Hal ini menyebabkan terjadinya perang besar di Kurukshetra yang berlangsung selama 18 hari.


Dalam perang ini, kedua belah pihak mendapat bantuan dari berbagai sekutu dan tokoh-tokoh terkenal, seperti Bisma, Drona, Karna, Salya, Aswatama, Gathotkaca, Abimanyu, Seta, dan lain-lain. Perang ini juga diawasi oleh Kresna, seorang inkarnasi Wisnu yang menjadi penasihat dan teman Arjuna. Perang ini berakhir dengan kemenangan Pandawa setelah Duryudana tewas oleh Bima dalam duel adu gada.


Tokoh-tokoh Kisah Perang Baratayuda




Kisah Perang Baratayuda memiliki banyak tokoh-tokoh yang memiliki karakteristik dan peran yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa tokoh utama yang terlibat dalam kisah ini:


  • Yudistira: Putra tertua Pandu dan Kunti. Ia dikenal sebagai raja yang adil, bijaksana, dan taat kepada dharma. Ia juga ahli dalam permainan dadu, tetapi mudah tertipu oleh Korawa.



  • Bima: Putra kedua Pandu dan Kunti. Ia dikenal sebagai ksatria yang gagah berani, kuat, dan setia kepada saudara-saudaranya. Ia juga ahli dalam memakai gada sebagai senjata.



  • Arjuna: Putra ketiga Pandu dan Kunti. Ia dikenal sebagai pemanah ulung yang tak tertandingi. Ia juga mendapat anugerah senjata sakti bernama Pasopati dari Siwa. Ia adalah sahabat sekaligus murid Kresna.



  • Nakula: Putra keempat Pandu dan Madrim. Ia dikenal sebagai ksatria yang tampan, cerdas, dan ahli dalam merawat kuda.



  • Sadewa: Putra kelima Pandu dan Madrim. Ia dikenal sebagai ksatriya yang pandai, elok rupa, dan ahli dalam ilmu bintang.



  • Duryudana: Putra tertua Dretarastra dan Gendari. Ia dikenal sebagai raja yang angkuh, serakah, dan zalim. Ia selalu berusaha untuk menghancurkan Pandawa dengan segala cara.



  • Dursasana: Putra kedua Dretarastra dan Gendari. Ia dikenal sebagai ksatriya yang kejam, sombong, dan biadab. Ia pernah mencabik-cabik pakaian Drupadi di hadapan para bangsawan.



  • Bisma: Kakek Pandawa dan Korawa. Ia dikenal sebagai ksatriya yang sakti mandraguna, setia kawan, dan berbudi luhur. Ia juga ahli dalam ilmu senjata dan strategi perang.



  • Drona: Guru Pandawa dan Korawa. Ia dikenal sebagai pendeta yang mahir dalam ilmu panah dan pedang. Ia juga ayah dari Aswatama.